Lembaga Amil Zakat Marhamah Maimanah

LEMBAGA AMIL ZAKAT MARHAMAH MAIMANAH

Apa Hukum Zakat Piutang ? (Bagian 1)

administrator  2012-12-22 09:57:04

bagaimana zakat piutangPiutang yang berada dalam tanggungan orang apakah itu berbentuk harga sebuah barang, upah sewa, pinjaman, nilai sebuah barang yang rusak, denda jinayah (perbuatan kriminal), atau selainnya terbagi dua bagian

Yang pertama: Merupakan merupakan barang yang jenisnya memang tidak wajib dizakati. Misalkan seseorang memiliki piutang seratus sha gandum lebih, maka piutang ini tidak ada zakatnya. Sebab hasil tanaman atau gandum itu jenisnya tidak wajib dizakati kecuali bagi yang menanamnya.

Yang kedua: Piutang-piutang yang jenisnya wajib dizakati seperti emas dan perak. Dalam hal ini pemberi pinjaman mengeluarkan zakatnya sebab ia pemiliknya. Ia memiliki wewenang mengambilnya atau membebaskannya. Karena itu jika ia mau mengakhirkannya dan mengeluarkan zakatnya ketika barang berada di tangannya.

Jika seseorang memiliki piutang seratus ribu, maka pemilik uang tersebut menzakatinya setiap tahun. Ia bisa memilih apakah mengeluarkan zakatnya bersama hartanya atau menunggu hingga barang berada di tangannya lalu menzakatinya. Ini jika peminjam itu orang berada.

Namun jika peminjam orang yang susah, maka pendapat yang benar piutang tadi tidak harus dizakati. Sebab pemiliknya secara syar’i tidak memiliki wewenang menuntutnya.

Allah SWT berfirman, “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 280).