seruan zakat infak sedekah

Bagaimana Hukum Zakat dalam Islam? Kapan mulai diwajibkan?

administrator  2012-11-20 10:43:54

hukum zakat dalam islam

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang lima yang menjadi pilar bangunan Islam. Sebagaimana sabda nabi SAW “Islam dibangun diatas lima (perkara); bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah yang patut diibadahi selain Allah dan bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan Zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke baitullah al-Haram.

Berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin, Zakat hukumnya wajib, barangsiapa yang mengingkari kewajibannya maka ia telah kafir.

Kecuali jika orang tersebut baru masuk Islam, atau ia hidup di daerah yang jauh dari ilmu pengetahuan dan ahlinya. Orang seperti itu bisa dimaafkan. Namun ia harus diberi tahu, dan jika tetap saja dengan pengingkarannya walaupun sudah diberi penjelasan, maka ia telah kafir dan murtad.

Adapun seandainya ia menolak disebabkan sikap bakhil dan menyepelekan, para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Diantara mereka ada yang berpendapat kafir. Ini merupakan salah satu pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad. Ada juga yang berpendapat tidak kafir. Dan ini pendapat yang benar. Meski demikian, ia dianggap telah melakukan perbuatan dosa besar.

Sedangkan yang menjadi landasan dalil tidak kafirnya adalah hadits Abu Hurairah ra yang berbunyi: Bahwasanya Nabi SAW menyebutkan siksaan orang yang menahan Zakat emas dan perak. Kemudian beliau bersabda SAW bersabda, “Sampai diputuskan perkara diantara para hamba-Nya, sehingga ia bisa melihat jalannya, apakah ke surga atau ke neraka.” (HR. Muslim)

Sekiranya mungkin melihat jalannya ke surga, maka ia tidak kafir. Sebab orang kafir tidak akan melihat jalannya ke surga. Walaupun begitu, bagi orang yang menahan Zakat disebabkan kesombongan dan sikap menyepelekan adalah dosa yang besar, seperti yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya,

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di Hari Kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) dilangit dan dibumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran [3]: 180).

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam Neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. at-Taubah [9]: 34-35).

Maka dari itu, sudah selayaknya bagi setiap pribadi muslim untuk bersyukur kepada Allah akan nikmat harta yang telah dikaruniakan kepadanya dengan cara menunaikan Zakatnya, sehingga Allah menambah keberkahan hartanya.

Adapun berkaitan dengan pertanyaan: Mulai kapan diwajibkannya Zakat? Jawabannya sebagai berikut. Menurut pendapat ulama yang paling benar, bahwa Zakat diwajibkan di kota Makkah. Namun, penentuan nishab dan harta yang harus diZakati serta para penerima Zakat diterangkan di kota Madinah.