seruan zakat infak sedekah

Arti Infak

administrator  2012-01-19 13:34:07

Perbedaan antara infak dan shodaqoh:

Infak termasuk sodaqoh bukan wajib atau anjuran, tetapi dalam bentuk harta. Bisa berupa uang atau bentuk harta lainnya. Kata Infak dalam al-Quran memang mendapat tempat istimewa. Dalam al-Baqarah (2): 261, misalnya, frasa al-ladzîna yunfiqûn (orang yang ber-Infak) segera diikuti dengan sederetan kalimat yang menggambarkan berlipat-lipatnya pahala, Infak termasuk sodaqoh bukan wajib atau anjuran, tetapi dalam bentuk harta. Bisa berupa uang atau bentuk harta lainnya. Kata Infak dalam al-Quran memang mendapat tempat istimewa. Dalam al-Baqarah (2): 261, misalnya, frasa al-ladzîna yunfiqûn (orang yang ber-Infak) segera diikuti dengan sederetan kalimat yang menggambarkan berlipat-lipatnya pahala, lalu dilanjutkan dengan kalimat wallâhu yudlâ’ifu liman yasyâ’ (Allah melipatgandakan [pahala] untuk orang yang Dia kehendaki), dan diakhiri dengan wallahu wâsi’un ‘alîm (Dan Allah Mahaluas [karunia-Nya] dan Maha Mengetahui). Betapa istimewanya: lafal Infak diletakkan di antara “samudera karunia” yang tak terjangkau luasnya.
Sedangkan shodaqoh, merupakan sesuatu yang dikeluarkan baik itu wajib atau sunnah, baik itu dalam bentuk harta maupun non harta. Cakupannya luas, termasuk zakat dan Infak.

shadaqah adalah sesuatu yang ma’ruf (benar dalam pandangan syara’). Pengertian ini didasarkan pada hadits shahih riwayat Imam Muslim bahwa Nabi SAW bersabda : “Kullu ma’rufin shadaqah” (Setiap kebajikan, adalah shadaqah).
Berdasarkan ini, maka mencegah diri dari perbuatan maksiat adalah shadaqah, memberi nafkah kepada keluarga adalah shadaqah, beramar ma’ruf nahi munkar adalah shadaqah, menumpahkan syahwat kepada isteri adalah shadaqah, dan tersenyum kepada sesama muslim pun adalah juga shadaqah.

zakat hukumnya wajib sedangkan Infak hukumnya sunnah. Atau zakat yang dimaksudkan adalah sesuatu yang wajib dikeluarkan, sementara Infak adalah istilah yang digunakan untuk sesuatu yang tidak wajib dikeluarkan. Jadi pengeluaran yang sifatnya sukarela itu yang disebut Infakzakat ditentukan nishabnya sedangkan Infak tidak memiliki batas, zakat ditentukan siapa saja yang berhak menerimanya sedangkan Infak boleh diberikan kepada siapa saja.

shadaqah adalah identik dengan , sebab dalam nash-nash syara’ terdapat lafazh “shadaqah” yang berarti zakat. Misalnya firman Allah SWT :

“Sesungguhnya zakat-zakat itu adalah bagi orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil zakat …” (QS At Taubah : 60)

Dalam ayat tersebut, “zakat-zakat” diungkapkan dengan lafazh “ash shadaqaat”. Begitu pula sabda Nabi SAW kepada Mu’adz bin Jabal RA ketika dia diutus Nabi ke Yaman :

“…beritahukanlah kepada mereka (Ahli Kitab yang telah masuk Islam), bahwa Allah telah mewajibkan zakat atas mereka, yang diambil dari orang kaya di antara mereka, dan diberikan kepada orang fakir di antara mereka…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada hadits di atas, kata “zakat” diungkapkan dengan kata “shadaqah”.

Berdasarkan nash-nash ini dan yang semisalnya, shadaqah merupakan kata lain dari zakat. Namun demikian, penggunaan kata shadaqah dalam arti zakat ini tidaklah bersifat mutlak. Artinya, untuk mengartikan shadaqah sebagai zakat, dibutuhkan qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa kata shadaqah –dalam konteks ayat atau hadits tertentu– artinya adalah zakat yang berhukum wajib, bukan shadaqah tathawwu’ yang berhukum sunnah. Pada ayat ke-60 surat At Taubah di atas, lafazh “ash shadaqaat” diartikan sebagai zakat (yang hukumnya wajib), karena pada ujung ayat terdapat ungkapan “faridhatan minallah” (sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah). Ungkapan ini merupakan qarinah, yang menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan lafazh “ash shadaqaat” dalam ayat tadi, adalah zakat yang wajib, bukan shadaqah yang lain-lain.